Upaya Melestarikan Bahasa Betawi Melalui Kesenian Lenong

 

NYAI DASIMA-2

Wawacara dengan Bang Yahya Andi Saputra

Pengantar

Seorang mahasiswi yang tengah menggarap tugas akhir alias skripsi tentang Seni Pertunjukan Lenong, melakukan wawancara khususnya tentang pengnunaan bahasa Betawi pada seniman dan masyarakat umum. Pertanyaannya agak meloncat-loncat, jadi sedikit membingungkan. Berikut ini petikan wawancara itu.

Bagaimana Perkembangan bahasa Betawi saat ini di Depok, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat?

Dapat diasumsikan stabil cenderung meningkat. Indikasinya dapat diketahui dari sejumlah medsos dan media mainsteream (radio, tv) yang memperlihatkan pemakain bahasa atau logat Betawi sangat masif.

Bagaimana upaya masyarakat untuk melestarikan bahasa Betawi di Jakarta?

Berbagai upaya terus dilakukan, baik oleh pemda, pemerintah pusat, institusi masyarakat, maupun masyarakat secara umum. Pemda kerap melakukan workshop yang berkaitan dengan pemggunaan bahasa Betawi, misalnya workshop atau pelatihan Sastra Lisan Shohibul Hikayat. Pemerintah pusat, melaui Badan Bahasa, memiliki program penelitian dan revitalisasi bahasa Betawi. Masyarakat tentu dilibatkan dalam semua kegiatan itu. Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) tengah melakukan upaya menerbitkan Leksikon Betawi, yang intinya memasukkan seluruh kosakata bahsa Betawi dalam buku yang akan diterbitkan.

Bagaimana upaya yang dilakukan agar bahasa Betawi dapat mendominasi sebagai bahasa lokal di Jakarta?

Dalam pandangan saya, pemakaian bahasa Betawi sudah sangat mendominasi, baik pada acara resmi maupun tak resmi. Umumnya kaum muda menggunakannya dalam pergaulan sehari-hari.

Apa yang menyebabkan bahasa Betawi mengalami penurunan/degradasi dalam penggunaanya?

Jakarta kan kota megapolitan yang secara demografis, jumlah orang Betawi jauh lebih kecil ketimbang orang pendatang. Sensus penduduk tahun 2000, jumlah orang Berawi berada pada posisi nomor 2 setelah Jawa. Dengan begitu, penggunaan bahasa Betawi lebih kecil ketimbang bahasa lain. Hal lain, dominasi bahasa Inggris sangat kuat. Juga penggunaan bahasa alay dan semacamnya kian meningkat. Ini mengakibatkan kemampuan orang Jakarta menggunakan bahasa lokalnya sangat terganggu.

Identifikasi bahasa Betawi, apakah bahasa Betawi merupakan bahasa lokal? Asal mulanya dari mana?

Ah ini pertanyaan kamu rada-rada kurang jelas arahnya. Tentu. Ya iya, bahasa Betawi adalah bahasa lokal. Dulu disebut bahasa Melayu Betawi, karena bahasa Betawi satu rumpun dengan bahasa Melayu.

Suku Betawi meliputi daerah mana saja? Dominan di mana?

Orang Betawi berdiam di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Geografinya terletak di antara batas-batas sebagai berikut: Sebelah barat sungai Cisadane; Sebelah timur sungai Citarum; Sebelah selatan kaki gunung Salak; dan Sebelah utara laut Jawa.

Wilayah tempat orang Betawi berdiam itu meliputi daerah Propinsi DKI Jakarta, daerah Propinsi Banten, dan daerah Propinsi Jawa Barat. Secara administratif orang Betawi ada yang menjadi penduduk  DKI Jakarta, penduduk Kabupaten Tangerang, penduduk Kotamadya Tangerang, penduduk Kabupaten Bekasi, penduduk Kotamadya Bekasi, sebagian penduduk Kabupaten Kerawang, penduduk Kotamadya Depok, dan penduduk Kabupaten Bogor.

Apakah yang membedakan bahasa Betawi di Jakarta dan Betawi di Depok?

Prinsipnya nggak ada perbedaan, yang membedakan hanya dialeknya saja. Penggunaan basaha Betawi di sekitar wilayah budaya Betawi justru memperkaya perbendaharaan kata bahasa Betawi.

Bagaimana kondisi bahasa Betawi di depok? Apakah masih sering digunakan?

Menurut saya, iya, masih dipake. Kondisinya masih baik, artinya orang Betawi yang tinggal di kawasan Depok masih menjadikan bahsa Betawi sebagai alat komunikasi resmi dan tidak resmi. Misalnya kalo saya hadir di pengajian atau pernikahan orang Betawi di Depok, penggunaan bahasa Betawi sangat dominan.

Mengapa bahasa Betawi hampir dilupakan?

Siap yang bilang? Justru makin diminati.

Bagaimana peranan bahasa Betawi sebagai bahasa lokal?

Tetep berperan sebagai media komunikasi pada masyarakatnya.

Benarkah bahasa Betawi sebagai bahasa lokal di Jakarta?

Iya, benar. Tentu khusus bagi masyarakat Betawi. Etnik lain menggunakannya pada saat tertentu.

Apakah penggunaan bahasa Betawi selalu digunkan dalam percakapan, aktivitas dan kegiatan sehari-hari?

Iya, digunakan. Orang Betawi tetep menggunakan bahasa Betawi.

Apakah bahasa Betawi digunakan dalam kesenian lenong, mengapa?

Iya, Dong. Ini pertanyaan ngaco bener ya… hahaha… kalo lenong pake bahada Jawa namanya ludruk.

Bagaimana upaya memperkenalkan bahasa Betawi kepada masyarakat dan dunia?

Buku salah satu cara memperkenalkan bahasa Betawi ke dunia internasional. Kota juga harus memanfaatkan media maya. Media sosial juga harus digunakan. Sekarang ini sebagian besar anak muda menggunakan media sosial untuk berekspresi. Nah itu ada peluang besar. Selain itu muhibah kesenian Betawi ke dunia internasional berdampak positif untuk upaya itu.

Apakah masyarakat Jakarta mengenalkan bahasa Betawi kepada masyarakat umum?

Iya. Lihat aja pembawa acara di televisi, juga banyak sinema elektronika berbetawiria atau dengerin penyiar radio serta perhatiin media sosial.

Apakah perbedaan bahasa Betawi kota dengan bahasa Betawi pinggiran/udik?

Seperti saya bilang tado, gak ada bedanya, yang membedakan hanya dialeknya aja.

Apakah ada nama bahasa Betawi di setiap daerah?

Nggak ada. Paling-paling disebut Dialek Betawi Pinggir, Tengah, dsb.

Berapa kali kesenian lenong ditampilkan dalam upaya melestarikan bahasa Betawi?

Nggak bisa dihitung, Neng. Kan kesenian lenong ditanggap oleh masyarakatnya. Mungkin kalo kamu tanya di tiap kantor kelurahan atau kantor polsek, maka akan kamu dapati jumlah itu. Karena orang hajatan lapor keramaian ke kelurahan dan polsek. Dalam laporan itu mereka merinci jenis kesenian apa saja yang ditanggap.

Bagaimana identitas bahasa Betawi, misal kata/kalimat bahasa Betawi?

Saya anjurkan bacalah buku yang ditulis Firman Muntaco, SM. Ardan, Ridwan Saidi, Aba Marjani, Zen Hae, Zeffry Alkatiri. Atau buku klasik yang ditulis Muhammad Bakir akhir abad 19. Tentu Bahasa Betawi ada sejarahbya, ada ciri khasnya, ada ciri tata ucapnya, ada ciri morfologisbya, ada ciri sintaksusbya, ada kosakatanya, ada variasi sosial geografisnya, ada variasi antar subdialek geografisnya, dan kain-lain.

Apakah bahasa betawi digunakan sebagai lambang kebanggaan daerah, alat penghubung dalam keluarga dan masyarakat daerah?

Iya. Paling tidak di lingkungan keluarga dan acara2 yang sifatnya keetnisan Betawi.

Bagaimana penyebaran bahasa Betawi? Ada dimana saja?

Perhatikan jawaban saya di atas, yang mengungkap wilayah budaya Betawi.

Di kecamatan mana saja terdapat bahasa Betawi?

Di tiap kecamatan terdapat Bahasa Betawi, kecuali di kecamatan yang nggak ada orang Betawinya.

Apakah bahasa betawi telah digunakan sebelum 1944?

Kok 1944? Alasan kamu berpatokan tahun 1944 apa? Begini, Neng. Cikal-bakal orang Betawi kan udah ada sekitar 5 ribu tahun sebelum masehi. Saya harap kamu banyak baca buku, misalnya baca buku Sejarah Nasional Indonezia jilid III atau buku yang ditulis Adolf Heukeun, Historical Site of Jakarta. Akan jelas jawaban atas pertanyaan yang kamu tanyakan itu.

Nama Betawi berasal dari mana?

Coba klik www.kampungbetawi.com yang memuat asal usul nama Betawi.

Nama Betawi dikenal di dunia internasional, ketika Syech Juned menambahkan nama Batawi ketika bermukmin di Mekah tahun 1834? Sebenarnya Syech Juned itu siapa?

Ulama berasal dari Betawi yang bermukin dan menuntut ilmu di Kota Makkah Almukarromah, yang dipercaya menjadi imam Masjidil Haram.

Yang memperkenalkan bahasa Betawi di Jakarta, Depok, dan daerah sekitarnya siapa?

Kok bahasa diperkenalkan? Bahasa itu milik masyarakatnya, tentu yang memperkenalkan adalah pemakainya.

Dalam rangka kegiatan apa saja kesenian lenong di pertunjukan?

Macam-macam, antara lain resepsi pernikahan, resepsi khitanan, festival kesenia, pekan budaya, penelitian, eksibisi, dsb.

Sebenarnya apa yang membuat bahsa Betawi dikenal?

Karena kelenturannya, cepat membuat akrab, tidak terlalu formal, dan difahami pendengarnya.

Dan mengapa kebanyakan orang-orang Betawi dominan tinggal di daerah Jakarta, Depok, dan sekitarnya?

Itu emang kawasan dominan mereka. Seperti saya sebutkan di atas, wilayah budaya Betawi. Di situlah intinya.

Bagaimana upaya yang dilakukan dalam rangka menghormati, menyelamatkan bahasa Betawi?

Perhatikan jawaban2 di atas.

Bagaimana pemerintah daerah dan peratuarn daerah setempat dalam langkah kongrit untuk menjaga dan melestarikan bahasa Betawi?

Banyal hal konkrit yang dilakukan pemerintah daerah untuk melestarika bahasa Betawi, misalnya dengan menyelenggarakan festival budaya, muhibah budaya, workshop, pelatihan, dokumentasi, dll. Yang paling anyar adalah dikeluarkannya Peraturan Daerah Pelestarian Kebudayaan Beyawi.

Bagaimana kesadaran akan budaya Betawi sendiri?

Saya nggak ngarti pertanyaannya. Kalo misalnya kamu tanya, apa orang Betawi sadar akan budayanya, ya tentu sadar dong. Orang Betawi nggak mungkin bersusah payah menggunakan bahasa daerah lain, kecuali barangkali untuk tujuan khusus, musalnya terkaut dengan tugas atau lantaran sedang studi bahasa daetah yang bersangkutan. Atau lantaran yang bersangkutan tinggal di wilayah lain yang tidak menggunkan bahasa Betawi. Tingfal di Mandar, misalnya.

Dan mengapa perlu mengupayakan peningkatan mutu, pemakaian bahasa Betawi, dengan sikap, pengetahuaan, dan keterampilan melalui jalur formal (pendidikan)?

Pendidikan formal atau muatan lokal sangat penting dan strategis. Hanya dengan pendidikan formallah pewarisan penggunaan bahasa atau kearifan lokal Betawi lainnya dapat dilakukan dengan benar, sistematis dan terarah.

Adakah pihak-pihak yang masih peduli dan melakukan dokumentasi bahasa Betawi?

Ada. Perhatikan jawaban-jawaban saya di atas.

Adakah pihak-pihak yang berupaya mengarsipkan bahasa Betawi melalui media, buku, artikel, dll?

Ada. Perhatikan jawaban-jawaban saya di atas.

Adakah guru atau akademisi yang menguasai bahasa Betawi dengan baik dan benar?

Ada, memang sangat terbatas. Salah satunya adalah Prof. Dr. Muhadjir. Beliau ini disertasinya tentang Bahasa Betawi. Juga ada beberapa doktor dari luar negeri yang ahlu bahasa Betawi.

Apakah bahasa betawi merupakan identitas bagi masyarakat Depok dan sekitarnya?

Bagi orang Betawi yang tinggal di kawasan itu, IYA!

Adakah UU otonomi khusus yang melindungi bahasa Betawi?

Nggak ada. Ini pertanyaan kamu kan otonomi khusus. Teyapi jika dikaitkan dengan Peraturan Daerah – perda, mungkin ada. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mensahkan Perna No. 4, atahun 2015, tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi. Di situ ada kewajiban melindungi dan melestarikan Bahasa Betaei. Cuma perda ini memang belon efektif, karena belum ada peraturan teknisnya.

Faktor apa saja yang dapat menyebabkan kepunahan bahasa Betawi? Ekonomi, pendidikan, politik, dll?

Semua potensial. Bahasa kan alat komunikasi yang menyeluruh pada etnik yang bersangkutan. Tiap bahasa memiliki daya ungkap pada seluruh bidang hidupnya, tidak hanya politik atau emonomi. Seluruhnya.

Apakah pemerintah memberikan perhatian terhadap bahasas lokal Betawi?

Kan tadi saya udah bicara soal perda. Biar saya tambahin dikit. Untuk waktu yang lama (sejak kemerdekaan hingga reformasi) belum. Namun sejak reformasi ada tanda-tanda keberpihakan pemerintah pada perlindungan bahasa lokal. Justru bahada Betawi yang paling menderita. Misalnya begini, di tiap provinsi sudah ada Kantor Balai Bahasa, yang mengurus bahasa daerah, eh di Jakarta nggak ada.

Bagaimana mengidentifikasi bahasa Betawi di daerah Jabodetabek?

Silahkan kamu gunakan motode ilmiah yang kamu pelajarin di kampus, terus turun lapangan dan lakukanlah penelitian secara teratur, terstruktur, dan mendalam.

Bagaimana penggunaan bahasa Betawi yang ditampilkan dengan kesenian lenong?

Masih orisinil. Saya sarankan, tontonlah pertunjukan lenong yang pentas di kampung-kampung, yang ditanggap oleh masyarakat, itu yang asyiiiikkk dan legit. Kalo yang ditanggap oleh partai, kampus, atau sekolah-sekolah, sudah disterilkan, sudah diatur harus berdialog seperti apa. Nggak alamiah.

Apakah ada sumber primer pendukung berupa rekaman dan foto bahasa Betawi dan lenong?

Saya kira ada, terutama jika kamu rajin menyambangi lembaga, seniman, atau sanggar-sanggar lenong. Saya kira di Perpustakaan Nasional yang di Jl. Salemba Raya masih menyimpan dokumentasi pertunjukan lenong. Nah, silahkan memburunya. Selamat berjuang!

Tetima kasih, Pak (Rd).

(The Author)

View all articles by
Social Links: →

Leave a Comment