TABE | LANGKAN | TAMPANG | PLAMPANG | NANGGAP | GEROBOG
    Juma'at, 03 Sep 2010
     
Adonan
SOHIBUL HIKAYAT
BEBULAN
PITUAH
SISIK MELIK
DEDENGKOT
PENGULEKAN
BODOR




Longok


 
MENGENAL BUSANA BETAWI (Bagian I)
Oleh Yahya Andi Saputra



Jas Abang Jakarta

Pakaian Jas Abang Jakarta utamanya dipakai oleh para pemuda, abang cilik, remaja kencur. Pakaian ini model jas tutup dan celana pantalon. Dikenakan saat resepsi pesta perkawinan, peringatan hari-hari besar nasional, dan tentu saja pemilihan Abang None Jakarta. Warnanya disesuaikan dengan selera pemakai, apakah warna hitam, biru, abu-abu, coklat, dan cream. Warna-warna cerah seperti merah, kuning terang, oranye, hijau terang, maupun pink kurang serasi.

Pakaian Jas Abang dilengkapi dengan penutup kepala yang disebut liskol dan ban pinggang yang disebut lokcan. Liskol dan lokcan terbuat dari bahan batik yang warnanya serasi. Ukuran jas Abang ini lebih panjang dari jas biasa; dengan ketentuan ? 10 cm di atas lutut (dengkul). Satu kantong bobok di atas untuk tempat mencantelkan rante kuku macan. Selain kuku macam, dipakai juga piso raut yang diselipkan pada ikat pinggang (gesper) di dalam jas.

Model krah tinggi ? 4 cm (2 jari) berkancing 6 – 7 buah. Pada tangan diberikan kancing yang lebih kecil dari kancing muka jas dan dapat digunakan kancing tutup dari bahan jas itu sendiri atau kancing imitasi sebanyak 3 buah.

Pakaian Jas Abang diserasikan dengan sepatu vatopel. Akan sangat janggal bila pemakai pakaian ini mengenakan sepatu selop yang terbuka atau sepatu kets. Warna sepatunya pun harus disesuaikan dengan warna jas. Bila jas berwarna coklat, sepatunya pun harus coklat. Bila jas berwarna biru atau hitam lebih serasi memakai sepatu hitam.

Jas yang tidak terlalu panjang atau tidak terlalu pendek dan jahitannya rapi. Betapa gagah pakaian Jas Abang Jakarta bila dipakai menurut ketentuan yang ada.

Untuk ringkasnya deskripsi pakaian Jas Abang Jakarta sebagai berikut :

- Jas tutup berkrah tinggi 4 cm (2 jari) berkancing 6 – 7 buah

- Untuk bagian lengan berekancing 3 buah

- Celana pantalon (tidak beggy atau gombrong)

- Liskol adalah tutup kepala terbuat dari bahan batik

- Lokcan adalah ikat pinggang terbuat dari bahan batik serasi dengan liskol yang lebarnya ? 12 cm dan panjangnya ? 1,75 meter dan dikenakan seprti ikat dasi dengan perbandingan ujung yang di atas lebih pendek dari yang di bawah ? 10 cm.

- Kuku macan

- Piso raut

- Sepatu vatopel

Penggunaan pakaian Jas Abang Jakarta dipakai pada acara :

- Pemilihan Abang None

- Acara resmi (di lingkungan Pemda DKI Jakarta dan sebagainya)

- Resepsi Perkawinan

- Peringatan hari-hari besar

- Peresmian-persemian

Kebaya None

Pakaian Kebaya None dikenakan oleh gadis (perempuan muda), remaja putri/kencur. Kebaya ini dilengkapi dengan kerudung yang serasi. Keserasian ini tentu hasil dari kepandaian masyarakat Betawi menyerasikannya, baik dengan kain maupun kebaya itu sendiri. terutama dalam kombinasi warnanya.

Kebaya ini adalah jenis kebaya panjang. Umumnya, bahannya terbuat bahan sifon atau paris tipis transparan. Karena tipisnya itu maka dilengkapi dengan pakaian dalam (kamisol) atau disebut kutang Betawi yang berkancing di bagian depan atau disesuaikan dengan kebutuhan. Bagian tepi kutang diberi renda atau bordir. Kerudung yang dikenakan melilit dibagian leher maupun punggung sehingga kelihatan lebih menunjukkan kekhasannya. Kerudung digunakan warna yang kontras dan diserasikan (warna polos). Kebanyakan warna-warnanya cerah, sehingga menarik perhatian dan sangat digemari.

Sedangkan kain sarung yang digunakan adalah kain lasem bermotif kepala pucuk rebung atau tumpal. Kain sarung ini dipakai setelah mengenakan kutang Betawi, ditutup dengan perhiasan pinggang yang disebut pending baik terbuat dari emas ataupun perak (pending ini bisa disepuh emas atau perak).

Pada zaman dahulu kepala pending dibuat dari emas bertatahkan berlian atau intan yang cahayanya sangat menawan. Sedangkan kebaya dihiasi dengan peniti rante (disebut peniti rante susun tiga) terbuat dari bahan yang sama dengan pending.

Untuk perhiasan daun telinga memakai anting menjurai kebawah yang disebut anting goyang atau anting aer seketel berpola dua baris atau tiga baris; anting lain adalah biji lada. Perhiasan untuk dada adalah kalung tebar bertatahkan berlian atau imitasi yang menyerupainya.

Pada pergelangan tangannya dipakai gelang listering dan jarinya dipakaikan cincin berbentuk wajik, belah ketupat (segi empat).

Kebaya None tidak terlepas dari model sanggul yang disebut sanggul cepol. Cara membuat sanggul cepol adalah :

- Menggunakan rambut sendiri atau hair piece

- Letak sanggul pada perbatasan daun telinga

- Di belakang atau dibawah sanggul dekat leher dibuat buntut bebek

- Bagian atas rambut agar lebih rapi diberi sasak sedikit tapi tidak tinggi

- Diselipkan ronce melati disebelah kanan sanggul

- Pakaian Kebaya None adalah kebaya panjang yang bermanset di bagian lengan, memakai kancing 6 atau 5 buah. Arti kancing ini adalah 6 berarti rukun iman atau 5 berarti rukun Islam. Bagian depan kebaya memakai lipatan ? 3 atau 4 cm.

Untuk ringkasnya rincian pakaian Kebaya None adalah :

- Kebaya panjang terbuat dari bahan tembus pandang sifon atau voal, bermanset ? 8 cm berkancing 6 atau 5 buah. Kancingnya ditutup dengan bahan kebaya.

- Kerudung

- Kain sarung lasem (tumpal, pucuk rebung)

- Selop tutup dari bahan bludru/kulit/saten, lebih sempurna kalau dihiasi mote-mote

- Sanggul cepol

- Ronce melati (setengah lingkaran) di sebelah kanan sanggul

Perhiasannya :

- Anting goyang/aer keketel/biji lada

- Peniti rante (rante susun tiga)

- Gelang listering

- Cincin belah ketupat/wajik (cincin listering). Boleh dipakai boleh tidak tipakai.

- Kalung tebar

- Pending (Ban pinggang) terbuat dari emas, perak atau imitasi

Pakaian Kebaya None dipakai pada acara :

- Pemilihan Abang None Jakarta

- Acara resmi (di lingkungan Pemda DKI Jakarta dan sebagainya)

- Resepsi Perkawinan

- Peringatan hari-hari besar

- Peresmian, dll.


Copyright ©2006 kampungbetawi.Com. AllRights Reserved. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang. Dilarang meng-copy seluruh atau bagian dari isi situs ini tanpa seijin kampungbetawi.com