SYAIR BUAH – BUAHAN HAL 21 – 30

SYAIR BUAH-BUAHAN

KARYA

MUHAMMAD BAQIR SYAFI’AN USMAN FADLI

PECENONGAN LANGGAR TENGAH

halaman 21

teratur dengan sepanjang-panjang

tanahnya pasir amat cemerlang

tetapi terlebih jua buah delima

pohonnya bagus bukan percuma

orangnya budiman sangat derma

laksana manusia orang kesuma

delima itu orangnya kaya

pangkatnya tinggi lagi mulia

tiada lagi yang samakan dia

melainkan anggur muda belia

delima orang cakap

tingkah laku amat sikap

dipandang rupa terlalu sedap

pintar mengerti adalah lengkap

teguhlah barang setia

buah-buahan semua hormatkan dia

tambah rupanya bercahaya-cahaya

sangatlah kasih miskin dan kaya

elok majelis gemilang warna

panjang lampai lagi sederhana

putih merah amat sempurna

akan lengkap dua belas laksana

pertama ia orang berbangsa

keduanya ada ribu dan laksa

ketiga budiman adil periksa

keempat baik budi bahasa

kelima bijaksana lagi rupawan

keenam arif lagi gunawan

ketujuh teguh janji setiawan

lagi terpilih asal bangsawan

halaman 22

kedelapan ia sangat adil

kesembilan kaya bukannya bakhil

kesepuluh akalnya kamil

kesebelas kata-katanya menjadi hasil

kedua belas baik hati budinya

lemah lembut akan tingkahnya

dengan serta merdu suaranya

tiada lagi dapat dicelanya

dalam dukasari tiada berbanding

orangnya sedang putih kuning

hal pelajaran tiada bertanding

hatinya bagai air bening

dalam kebun tida bandingnya

elok majelis barang lakunya

sungguh laki-laki bagus rupanya

sepatut anggur jadi isterinya

bayak perempuan menaruh rindu

laki-laki banyak menaruh pilu

beberapa alam selama windu

delima jua jadi penyulu

tiada sama lagi bandingnya

dalam dukasari tiada pasangannya

melainkan di sukasari ada patutnya

pada si anggur patut isterinya

tetapi delima belon beristeri

di dalam kebun sudah dicari

belon ada kehendak diri

yang sama bagus sama jauhari

maka itu belon ada pasangan

dalam kebun belon jadi pajangan

halaman 23

masih larangan belum bertunangan

masih dicari dalam pandangan

maka ada pada suatu hari

delima muda arif jauhari

hendaknya meliburkan diri

supaya jadi nyata hal dan peri

karena semalam tidur bermimpi

melihat nyata cahaya ada terlampai

heran dirinya akan tetapi

maksud apa akan yang sampai

cahaya itu amat cemerlang

serupa burung gilang gemilang

bagus sekali tiada terbilang

entahlah mujur atau malang

cahaya seperti burung rupanya

bersinar-sinar bulu sayapnya

amat indah tiada celanya

ingin delima ada empunya

delima bangun dengan terkejut

duduk terpekur memeluk lutut

pada burung jadi tersangkut

hati bimbang bagaikan hanyut

pada mimpi atangnya bimang

datang pikiran sepanjang-panjang

gerangan apa maksudnya  bujang

sampaikan lama tiadakan hilang

bangun delima dengan masygulnya

sepanjang hari dipikirnya

apa gerangan arti mimpinya

delima tiada senang hatinya

halaman 24

delima masygul berhati gunda(h)

apa gerangan yang datang ada

masygul di hati penuh di dada

pikiran jua  menjadi tanda

demikianlah pada suatu hari

delima muda arif jauhari

ia hendak melburkan diri

pergi di dalam taman sukasari

sebab ia berhati susah

seperti orang dapat pengrasa

mati tiada keruan dirasa

meliburkan hati jadi terpaksa

hendak ia bersenang dirinya

tiada ta(h)u apa dibuatnya

menyamarkan hati turut kehendaknya

mengambil sumpitan dengan sigapnya

sebab hati yang tiada sedap

mengambil sumpitan berhati gunda

berpakaian sutera yang indah-indah

banyak kawanya muda mengunda

berjalan itu bawa sumpitan

hendak disumpit burung di hutan

hendak diliburi pikiran ingatan

pada hal menurut nafsu setan

delima itu orang rupawan

pakaian bagus tiada berlawan

halaman 25

sebab ia anak hartawan

berjalan ia membawa kawan

membawa sumpitan dengan kawannya

manggis dan mangga sama mudanya

sama bagus sama sikapnya

berjalan ia dengan ketiganya

maka tiada lama antara

lalu terpandang burung di udara

tiada dibicarakan dahulu perkara

dengan akal budi bicara

akan menyumpit pada burung nuri

akan diusir sana kemari

kena termasuk di taman sukasari

taman yang indah tiada terperi

setelah sampai di pintu taman

hati delima jadi senyuman

taman perhiasan anggur budiman

bagus sekali di situ zaman

hati delima yang sangat duka

melihat taman menjadi suka

tempat anggur ratna mustika

tempat siapa gerangan juga

kepada manggis ia bertanya

tempat ini sangat bagusnya

siapa juga yang tinggalkannya

hatiku ini sangat sukanya

delima bertanya kepada manggis

tempat ini sangat majelis

perhiasannya sangatlah manis

seperti gambar baharu ditulis

halaman 26

lagi pun banyak burung dalamnya

nuri dan bayan disini larinya

beterbangan dengan sukanya

menyumpit banyak diperolehnya

segala buah-buahan yang dipatukkan

baik kita akan binasakan

nuri bayan kita matikan

sayang buah-buahan diruntuhkan

nuri bayan punya bisa

segala buah-buahan jadi binasa

ajaib melihat Tuhan punya kuasa

delima itu berkela kesah

maka kata manggis itu

sungguh buah-buahan banyaklah runtuh

tempat yang bagus sudahlah tentu

kita nan berjalan mari kesitu

patik jua belon tahu

karena patik belum pergi jau

kita nan turut kita punya mau

kalaukan dekat sahabat buah sau

maka kata buah mangga

kita berjalan ini ketiga

baik berjalan berduka-duka

supaya jangan yang punya cegah

burung banyak didapatkannya

semuanya itu dibinasakannya

jalan semangkin sangat jauhnya

ke dalam taman dimasukinya

delima manggis serta mangga

berjalan dengan kawan ketiga

Halaman 27

Menyumpit burung tida tertegah

Jalannya tiada ada yang cegah

Masuk sekali di pinggir kolam

Delima semingkin hati berdendam

Perhiasan banyak nilam pualam

Baharu tumben masuk di dalam

Manggis pun demikian juga

Semingkin hati sangatlah suka

Demikian jugalah buah mangga

Mau pulang rasanya oga(h)

Di atas kolam gilang gemilang

Rasanya tiada ingatkan pulang

Disitu rumah anggur terbilang

Daripada perak yang cemerlang

Nuri tersumpit terbang ke situ

Di atas rumah ratna mutu

Segera diusir delima peratu

Dilihat cahaya sudahlah tentu

Delima mengusir tiga berhamba

Laksana orang kena pencoba

Menjadi hati beruba(h)-uba(h)

Pikiran masygul mingkin bertamba(h)

Laksana kembang terguba-guba

Sebab hati punya gelaba(h)

Mingkin berpikir mingkin bertamba(h)

Sudah bahagian tiada teruba(h)

Setelah kena tersumpit nuri

Terbang di atas anggur jauhari

hilang tiada sana kemari

delima mencari kanan dan kiri

halaman 28

nuri gaib tiada ketahuan

hati delima semingkin rawan

kedua hambanya jadi tertawan

selalu terlihat lila rupawan

nuri hilang tiada kelihatan

burung pun tiada lagi berselingkatan

delima serasa hilang ingatan

serasa tergoda jin setan

segera dicari sana kemari

terdengar suara kumbang menyari

suara perempuan berseri-seri

tiga laki-laki bengong berdiri

laksana kumbang berdengung-dengung

manggis mangga menjadi bingung

delima itu berdiri bengong

suara seperti perkutut manggung

akan dibaca hikayat Bidasari

membaca syairlah ribut sari

suaranya asyiklah didengari

hikayat karangan orang yang bahari

anggur sedang baca hikayat

ada cerita Sultan Taburat

ada juga membaca syair nasihat

ada juga syair kembang merabat

ada juga yang baca hikayat Merpati Mas

suaranya halus bertambah lemas

yang mendengar bagaikan pulas

tiada lagi boleh belas

di situ ketiganya ia mengintai

serasa ia hendak mendapati

halaman 29

orang yang membaca belon berhenti

delima jua berusak hati

hati delima jadi tertegar

jasad gagah jadi bertukar

kuliling rumah berputar-putar

delima mengintai disela pagar

delima melihat sekalian perempuan

ia melihat hal kelakuan

dilihat pada lela rupawan

bagaikan hati terbang mengawan

akan terpandang  pada anggur rupawan

hati delima menjadi rawan

datang rindu sudah ketahuan

menarik napas kepilu-piluan

mangga terpandang pada rambutan

menarik napas jadi sebutan

terbayang rupa jadi kelihatan

jadi terikat pada ingatan

demikian kata pengarang hina

seorang fakir tiada berguna

yang tiada tahu arti dan makna

mohon maaf baba dan nona

mangga memandang pada buah-buahan

pada rambutan hatinya rawan

mangga menanggung kecintaan

dilihat rambuatan muda rupawan

manggis terpadang pada si duku

dilihat baik tingkah dan laku

hati manggis bagai terpaku

kapan jadi bertemu jodo(h)ku

halaman 30

masi ade terusannye enti

Leave a Comment