Dokumentasi dan Pendataan Naskah-Naskah Indonesia di Rusia

Dewaki Kramadibrata (Universitas Indonesia)

Munawar Holil (Universitas Indonesia)

I.R. Katkova (Institute of Oriental Studies, St. Petersburg)

Abstrak

Tradisi tulis di Indonesia telah berlangsung sejak abad keempat, yaitu sejak diketemukannya prasasti Yupa di Kalimantan Timur. Masuknya Islam ke Nusantara memperkaya tradisi tulis di Indonesia. Dengan adanya berbagai jenis huruf, scriptorium-skriptorium yang berada di berbagai daerah di Indonesia menghasilkan banyak naskah. Namun, sejak bangsa asing menjajah Indonesia, naskah-naskah Indonesia banyak yang dibawa dan kemudian berada di luar negeri, seperti Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, termasuk Rusia. Berdasarkan berbagai sumber diketahui bahwa cukup banyak naskah Indonesia yang terdapat di Rusia. Masalahnya, berapa jumlah naskahnya, apa genrenya, bagaimana keadaannya, dan lain-lain, hingga kini belum diketahui dengan pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan, mendata, dan menganalisis naskah-naskah Indonesia yang berada di Rusia agar dapat dimanfaatkan oleh para peneliti Indonesia, baik yang bergerak di bidang ilmu pernaskahan maupun ilmu lain. Untuk itu, objek penelitian akan dikaji dan dianalisis dengan dua metode. Masalah fisik naskah akan didekati secara kodikologis, sedangkan kandungan teksnya akan dianalisis secara filologis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan manfaat sebaik mungkin bagi para peneliti naskah di Indonesia khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.

Pendahuluan

Berdasarkan bukti-bukti yang ada diketahui bahwa tradisi tulis di Indonesia telah berlangsung sejak abad keempat, yaitu sejak ditemukannya prasasti Yupa di Kalimantan Timur. Dalam bukunya yang berjudul Indonesian Palaeography, de Casparis mengemukakan dan menampilkan prasasti-prasasti yang terdapat di Indonesia sejak abad ke-4 sampai dengan abad ke-15 lengkap dengan penjelasan dan alihaksaranya. Dalam uraiannya Casparis mengemukakan bahwa tradisi tulis Indonesia mengalami masa putus mata rantai (missing link) pada sekitar abad ke-16—17, karena pada masa itu tidak ada bukti tertulis. Bukti-bukti tertulis yang kemudian berasal dari abad ke-18 dan sudah berupa naskah.

Pendapat de Casparis ini disangkal oleh van der Molen yang mengatakan bahwa tradisi tulis di Indonesia tidak terputus tetapi hanya beralih media, dari yang semula teksnya ditulis pada batu atau lempengan logam sebagai prasasti, pada periode abad ke-16—17 teksnya ditulis di atas daun lontar atau dluwang dalam bentuk naskah. Pendapat van der Molen ini didasarkan paa temuan atas sejumlah naskah kuna di lereng gunung Merapi-Merbabu yang kemudian diketahui mempunyai masa penulisan dari kurun waktu abad ke-16—17. Hal yang lebih menguatkan lagi bahwa naskah-naskah Merapi-Merbabu memang merupakan mata rantai tradisi tulis Indonesia adalah karena huruf-huruf yang digunakan di dalam naskah sangat mirip dengan huruf-huruf yang lazim digunakan pada prasasti. Pigeaud menyebut huruf-huru yang digunakan dalam naskah-naskah Merapi-Merbabu ini dengan sebutan aksara buda yang artinya ‘bukan Islam’.

Masuknya Islam ke Nusantara memperkaya tradisi tulis di Indonesia. Ketika agama Hindu-Budha masuk Indonesia, tulisan Pallawa yang berasal dari India menyebar  di berbagai daerah dan dikenal dengan sebutan yang berbeda-beda, seperti hanacaraka, kaganga, ulu,dan sebagainya. Demikian juga halnya dengan agama Islam yang masuk ke Indonesia dengan membawa serta hurufnya. Huruf Arab tersebar dan mengalami penyesuaian bunyi di berbagai daerah di Indonesia sehingga dikenal dengan istilah yang berbeda-beda, sepertiJawi, pegon, serang, dan sebagainya.

Dengan adanya berbagai jenis huruf, skriptorium-skriptorium naskah yang berada di berbagai daerah di Indonesia menghasilkan banyak naskah. Akan tetapi, sejak bangsa asing menjajah Indonesia, naskah-naskah Indonesia banyak yang telah dibawa ke luar negeri, baik sebagai barang rampasan atau upeti maupun sebagai hadiah atau dibeli. Menurut informasi yang terdapat dalam “Catalogue of Catalogue Malay Manuscripts” dan “Catalogue of the Catalogue of Javanese Manuscripts” dapat diketahui bahwa sejumlah naskah Indonesia juga terdapat di Rusia. Berkenaan dengan ini timbul pertanyaan, bagaimana naskah Indonesia bisa sampai ke Rusia? Berapa banyak jumlahnya? Apa saja genre-nya, bahasanya, aksaranya, bagaimana keadaannya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan inilah penelitian tentang naskah Indonesia yang berada di Rusia dilakukan.

Sasaran atau objek penelitian ini adalah naskah-naskah Indonesia yang tersimpan di Rusia untuk diketahui berapa jumlah, genre dan tempat penyimpanannya. Oleh karena itu, naskah-naskah tersebut akan didekati dan dikaji secara kodikologis.

Dari informasi yang telah disampaikan oleh beberapa peneliti naskah Nusantara, naskah-naskah Indonesia yang terdapat di Rusia cukup banyak. Ada kemungkinan jumlahnya lebih dari 30 naskah dengan genre yang bermacam-macam. Berdasarkan hal ini, dapat diperkirakan bahwa naskah-naskah Indonesia yang terdapat di Rusia sangat penting untuk dikaji agar dapat dilihat posisinya dalam khazanah naskah Nusantara.

Tujuan penelitian ini adalah mendokumentasikan, mendata, dan menganalisis naskah-naskah Indonesia yang berada di Rusia.

Studi Literatur

Keberadaan naskah-naskah Indonesia di Rusia telah diinformasikan oleh beberapa peneliti naskah Nusantara. Pada tahun 1980, Chambert-Loir menulis artikel berjudul “Catalogue des Catalgues de Manuscrits Malais” yang dimuat dalam Archipel 20 (1980: 45—70). Ia mengemukakan bahwa jumlah naskah Melayu yang tersimpan di berbagai perpustakaan seluruh dunia berjumlah 4000. Dalam artikelnya itu, Chambert-Loir menginformasikan tempat-tempat penyimpanan naskah Melayu  yang terdapat di seluruh dunia dengan menyebut urutan negaranya secara alfabetis. Selain itu, dalam makalahnya yang berjudul “Malay Literatur in the 19th Century The Fadli Connection” Chambert-Loir juga menyebutkan bahwa di Academy Sciences Leningrad, Rusia, terdapat 10 naskah Melayu.

Van der Molen dalam artikelnya yang dimuat dalam CARAKA ‘The Messenger’ A Newsletter for Javanist No. 4 (1984: 12-34) mengikuti jejak Chambert-Loir. Ia juga menginformasikan naskah-naskah Indonesia yang tersimpan di luar negeri, tetapi yang disampaikannya adalah naskah-naskah Jawa. Van der Molen juga menyusun nama negara dan perpustakaan penyimpan naskah Jawa secara alfabetis.

Dalam artikelnya yang berjudul “Malay Traditional Literatur” yang dimuat di Archipel 40 Ogloblin menyampaikan bahwa naskah-naskah Melayu di Rusia antara lain disimpan di Institute of Oriental Studies di St. Petersurg dan di Lenin State Library di Moscow.

Tulisan Ogloblin lainnya yang juga menyampaikan informasi tentang naskah-naskah Indonesia yang terdapat di Rusia dimuat dalamSARI  No. 25 (2007: 129—145). Dalam tulisannya yang berjudul “Manuskrip Nusantara di Saint Petersburg: Tambahan Data” Ogloblin bersama Elena V. Revounenkova menyebutkan bahwa meskipun naskah Melayu, Jawa, Bali dan Batak yang tersimpan di St. Petersburg sedikit jumlahnya tetapi telah mampu menarik perhatian para peneliti naskah dari dalam dan luar Rusia. Dalam artikelnya ini keduanya juga menginformasikan tentang tempat-tempat penyimpan naskah Indonesia yang terdapat di Rusia, yaitu:

Institute Kajian Ketimuran (IKK);

“Kunstkammer” alias Museum Antropologi dan Etnografi “Peter Agung”;

Arsip Akademi Sains Rusia, Cabang Saint Petersburg;

Perpustakaan Nasional Rusia;

Museum Hermitage;

Museum Sejarah Agama, dan

Masyarakat Geografi Rusia.

Peneliti Rusia lainnya yang juga aktif meneliti naskah-naskah Indonesia adalah Braginsky. Dalam salah satu artikelnya yang ditulis bersama dengan Boldyreva, dimuat di Archipel 40 (1990: 153—178) dengan judul “Les Manuscrits Malais de Leningrad” mereka menampilkan deskripsi 12 naskah Melayu koleksi dari van Doorninck dan Du D’Frank yang tersimpan di Leningrad.

Tulisan Braginsky lainnya yang menyebut tentang naskah-naskah Indonesia, khususnya naskah Melayu di Rusia, disinggung dalam beberapa karyanya, antara lain dalam The System of Classical Malay Literature (1993), Tasawuf dan Sastera Melayu: Kajian dan Teks-Teks (1993) dan Yang Indah, Berfaedah dan Kamal: Sejarah Sastra Melayu dalam Abad 7—19 (1998).

Metode Penelitian

Dalam studi sastra, ilmu pengetahuan yang langsung berkaitan dengan naskah lama adalah filologi, kodikologi dan paleografi. Filologi lebih menitikberatkan kajiannya pada isi naskah atau kandungan teks, kodikologi memfokuskan perhatiannya pada hal-hal yang berkaitan dengan fisik naskah, seperti bahan naskah, jilidan, dan iluminasi, sedangkan paleografi mengarahkan telaahnya pada perkembangan dan perubahan huruf yang terjadi dari masa ke masa.

Data atau objek yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah naskah-naskah Indonesia yang tersimpan di Rusia. Dengan tujuan mendokumentasikan dan mendata semua naskah Indonesia yang terdapat di Rusia. Menurut Dain (1977), pencetus istilah kodikologi, mendokumentasikan, mendata, dan menyusun daftar naskah merupakan salah satu tugas dan daerah kajian kodikologi. Berkenaan dengan itu, naskah-naskah Indonesia yang tersimpan di Rusia akan didokumentasikan, diteliti, dan dikaji dengan pendekatan kodikologi. Berikut ini adalah langkah-langkah penelitian yang dilakukan:

Tahap pertama adalah mengumpulkan bahan pustaka yang relevan untuk membuat desain penelitian yang mencakup semua unsur naskah dalam bentuk format isian deskripsi naskah;

Tahap kedua, melakukan penelitian lapangan dengan berbekal format isian deskripsi naskah. Semua naskah yang ditemukan difoto dengan kamera digital, sedangkan fisik naskahnya dicatat seteliti mungkin, yang meliputi antara lain: judul, tebal naskah, jilidan, tinta, bahasa, aksara, iluminasi, dan lain sebagainya.

Tahap ketiga, adalah proses pengujian data, yaitu dengan cara memeriksa dan mencocokkan data foto naskah dengan data format isian deskripsi naskah.

Tahap terakhir adalah menganalisis data. Pada tahap ini semua data yang telah terkumpul dikaji, lalu dikelompokkan berdasarkan genre, bahasa, aksara, kandungan isi teks, dan lain sebagainya.

Pendataan Naskah-Naskah Indonesia di Rusia

Penelusuran data naskah-naskah Indonesia di Rusia dilakukan dengan cara mengunjungi tempat-tempat penyimpanan naskah di Rusia yang terpusat di dua kota, yaitu di Moscow dan St. Petersburg. Walaupun tidak semua tempat yang diduga menyimpan naskah Indonesia di Rusia dikunjungi,  namun secara umum dapat dikemukakan bahwa penelusuran yang telah dilakukan pada tanggal 6-13 Agustus 2011 menghasilkan informasi yang cukup banyak mengenai keberadaan naskah Indonesia di negeri tersebut. Naskah-naskah Indonesia di Rusia yang semula diasumsikan hanya berjumlah sekitar 30 buah, ternyata melebihi dari apa yang diperkirakan. Perlu kami jelaskan bahwa dalam penelitian ini pengertian naskah tidak hanya mencakup naskah tulisan tangan saja, tetapi juga naskah yang sudah dalam bentuk litografi (cetak batu).

Rincian mengenai jumlah naskah dan di mana naskah-naskah Indonesia tersebut disimpan di Rusia, berikut deskripsinya secara ringkas.

Perpustakaan Nasional Rusia di St. Petersburg

Di perpustakaan ini ditemukan ada 5 buah naskah tulisan tangan dengan rincian: satu naskah Melayu (berisi tiga teks), dua naskah Batak (pustaha), dan dua naskah lontar Jawa. Satu naskah lontar diduga berupa teks beraksara dan berbahasa Jawa. Sayangnya, naskah lontar tersebut disimpan di dalam lemari kaca, sebagai benda pameran, sehingga naskah lontar tersebut tidak dapat dipinjam dan dibaca untuk pengidentifikasian isinya.

Berikut ini deskripsi singkat satu naskah Melayu dan dua naskah Batak yang berhasil diidentifikasi.

Naskah pertama ini berisi tiga teks: teks pertama menggunakan aksara Jawi, berbahasa Melayu, berisi risalah singkat tentang ritual Islam. Teks kedua dan ketiga menggunakan aksara dan bahasa Arab; berisi doa. Jumlah keseluruhan naskah ini: 417 halaman. Naskah ini diduga ditulis abad ke-17.

Naskah kedua: pustaha Batak, berbahan kulit kayu, menggunakan aksara dan bahasa Batak. Ukuran sampul: 12,2 x 15 cm, ukuran naskah: 11,8 x 11,6 cm, jumlah baris per halaman: 12-15, berjumlah 36 lempir (72 halaman), ada 5 halaman kosong. Kondisi naskah bagus, terawat, aksara jelas dan dapat dibaca. Sampul terbuat dari kayu; menutup bagian depan dan belakang naskah. Di bagian dalam sampul ada keterangan bahwa naskah ini selambatnya ditulis tahun 1840. Pada lempir 9—17 terdapat ilustrasi berupa gambar-gambar bunga. Teks yang terkandung dalam naskah ini berisi foklor dan magi.

Naskah ketiga: pustaha Batak, berbahan kulit kayu, menggunakan aksara dan bahasa Batak. Ukuran naskah: 6,6 x 10,7 cm, jumlah baris per halaman: 8, berjumlah 20 lempir (40 halaman), ada 5 halaman kosong. Secara umum kondisi naskah masih bagus, kecuali lempir pertama dan kedua sudah “patah” di bagian tengah. Sampul yang terbuat dari kayu juga sudah terkelupas bagian atasnya. Seluruh bagian “muka” (recto) ditulisi, sementara bagian “belakang” (verso) hanya 6 halaman yang ditulisi, sebanyak 14 halaman dibiarkan kosong. Teks yang terkandung dalam naskah ini berisi foklor dan magi. Naskah ini selambatnya ditulis tahun 1842.

Institut Kajian Ketimuran St.Petersburg (d/h. Leningrad)

Di lembaga yang terletak di kota Saint-Peterseburg ini terdapat 14 naskah tulisan tangan yang semuanya berbahasa Melayu. Sebagian besar naskah ditulis/disalin sekitar abad ke-19 sampai awal abad ke-20, meskipun ada juga dua buah naskah yang ditulis/disalin pada akhir abad ke-18.

Ke-14 naskah Melayu  yang terdapat di lembaga ini adalah:

Naskah  B2506:  Hikayat Marakarma, 229 halaman.

Naskah B2507: Hikayat Sang Hyang Batara Guru, 129 halaman, terdapat kolofon: masa penyalinan 12 Juli 1898.

Naskah B2509:  Undang-Undang Palembang, 62 halaman, masa penyalinan (?) 1876.

Naskah B2511:  Fal Ja’far as-Sidik 22 lembar, masa penyalinan (?) 1876.

Naskah B4024: Tuhfat ar-Raghibin fi Bayan Hakikat al-Iman, 50 lembar, ditulis pada 1118 H/1774 M oleh ‘Abd as-Samad al-Palembani.

Naskah B2508: Kumpulan Syair, 771 halaman, ditulis di Betawi pada 1851-56 oleh Ahmed Beramka.

Naskah B2510: Hikayat Miraj Nabi Muhammad, 103 lembar, ditulis pada pertengahan abad ke-17-an.

Naskah C1966: Kumpulan cerita ringkas, 166 lembar, ditulis tahun 1912.

Naskah C1967: Hikayat Marakarma, 146 lembar, ada dua angka tahun 1844 dan 1848.

Naskah D446: Hikayat  Anak Pengajian, 261 lembar, nama-nama pencipta: Syafiratin bin Usman, ayah Ahmed Beramka, terdapat tarikh 4 Januari 1888.

Naskah D668: Hikayat Raja Budak  alias Hikayat  Anak Saudagar Menjadi Raja, 100 halaman.

Naskah D450: Hikayat Marakarma dan Syair Ken Tambuhan, 182 halaman, disalin oleh Ahmed Beramka antara 1909–1912.

Naskah D449: Syair Perang Ruslan dan Jepang, 226 halaman, ada tarikh 2 Januari 1906, terakarang oleh Ahmed Beramka bin Guru Cita Syapirin.

Di Arsip Institut Ketimuran – Naskah “Sejarah Melayu”p1, ops 5, ed. hran. 8, 9, dibawakan oleh Laksamana Kruzentern, salinan abad ke-18—1213 H/1798-99 M, Jilid 1: 106 halaman; Jilid 2: 86 halaman.

Museum  Hermitage di St. Petersburg

Menurut informasi yang kami peroleh, di museum ini tersimpan beberapa naskah tulisan tangan yang berasal dari Indonesia. Sayangnya, sampai saat penelitian lapangan ke Rusia, naskah-naskah tersebut belum bisa kami lihat karena masih dalam proses penelitian yang dilakukan oleh ahli naskah di museum tersebut.

Perpustakaan Lenin di Moscow

Perpustakaan ini tidak menyimpan satu pun naskah dalam bentuk tulisan tangan. Namun demikian, perpustakaan yang terletak di jantung kota Moscow ini menyimpan koleksi naskah Indonesia berbentuk litografi (cetak batu) dalam jumlah yang cukup besar, yaitu 170 naskah. Dari 170 naskah litograf tersebut, naskah beraksara dan berbahasa Jawa berjumlah 144 buah, naskah beraksara Jawi dan berbahasa Melayu berjumlah 19 buah, naskah beraksara Cacarakan dan berbahasa Sunda berjumlah 5 buah, naskah beraksara dan berbahasa Bugis berjumlah 1 buah, dan 1 buah naskah beraksara Pegon dan berbahasa Madura.

Naskah-naskah litografi yang menjadi koleksi Perpustakaan Lenin ini diterbitkan antara tahun 1835 sampai dengan 1921 di berbagai kota di Indonesia (Betawi/Batavia, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Makasar, dan Ambon) dan luar negeri (Singapura dan Melaka). Aksara yang digunakan terutama aksara Jawa (hanacaraka), juga aksara Jawi, Cacarakan, dan Bugis, sedangkan bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa, Melayu, Sunda, Bugis, dan Madura.

Berikut ini daftar naskah-naskah Indonesia berbentuk litograf yang disimpan di Perpustakaan Lenin, Moscow.

 

No. Judul Pengarang Tahun Terbit Kota Tempat Penerbitan Penerbit Aksara dan Bahasa
1. Among Tani K.F. Holle 1875 Jawa; Jawa
2. Arjuna Wiwaha Mpu Kanwa 1850 Jawa; Jawa
3. Bab Sangking Serat Paringipun Kangjeng Gupremen: Bab Sakit Kolerah JA Aeckerlin 1897 Batawi Kantor Pangecapanipun Kangjeng Gupremen Jawa; Jawa
4. Buku Pasatohan Mertadireja 1898 Samarang G.C.T. van Dorp en Co. Jawa; Jawa
5. Careta Eka Gabay Diyandi 1882 Batawi Ogilvie en Co Jawa; Madura
6. Caretah Panjah Tandaran Raden Panji Adikara 1879 Betawi Kantor Pangecapan Gupremen Jawa; Madura
7. Carita Lalakone Jahidin: Babone Saka Tembung Walonda F.L. Winter 1882 Batawi Ogilvie en Co Jawa; Jawa
8. Caritane Sultan Ibrahim Ratu ing Nagara Ngerak: Babone saka ing Arab tinurun ing tembung Jawa nganggo tembangan macapat F.L. Winter 1881 Samarang A. Bisschop Jawa; Jawa
9. Cariyos Amin Mas Mertataruna 1882 Batawi Ogilvie en Co Jawa; Jawa
10. Cariyos Ginuritaken R.F. Bastian 1853 Semawis Olifan Jawa; Jawa
11. Cariyos kalih welas: Tuwin Andhe sanepa pepetikan Mas Ngabei Reksatenaya 1878 Batawi Ogilvie en Co. Jawa; Jawa
12. Cariyos Lalampahanipun Raja Angling Darma ing Nagari Malawapati 1884 Samarang G.C.T. van Dorp en Co Jawa; Jawa
13. Cariyos Sae Iji: Mawi Sekar Macapat Martaatmaja 1875 Batawi Kantor Pangecapan Gupremen Jawa; Jawa
14. Cariyos sae pethikan saking Serat Tapel Adam 1874 Betawi Kantor Pangecapan Gupremen Jawa; Jawa
15. Cariyosipun Jatmika bab tatingalan tentonseteling ingkang kaadegaken ing nagari Batawi ing tahun Welandi 1865. Jatmika 1867 Batawi Kantor Pangecapan Gupermen Jawa; Jawa
16. Cariyosipun Kapitan Mariyon Raden Kartawinata 1872 Batawi Kantor Pangecapan Gupermen Jawa; Jawa
17. Cariyosipun Panji Klayan  Thanjung Seta 1869 ‘s Gravenhage Martinus Nijhoff Jawa; Jawa
18. Cariyosipun Panji Kuda Wanengpagti Gandrung Angreni. 1869 ‘s Gravenhage Martinus Nijhoff Jawa; Jawa
19. Cariyosipun Seh Ngabdurrahman  Kaliyan Ngabdurrakhim (saking tembung Sunda kajawekaken dening Raden Anggabaya Raden  Anggabaya 1877 Batawi Pangecapanipun Kangjeng Gupremen Jawa; Jawa
20. Among Tani: Serat amrih prayogining pananemipun pantun jagung, kalapa,  aren tuwin waluh sapanunggalinipun  ing tanah jawi K.F. Holle 1871 Batawi Pangecapanipun Kangjeng Gupremen Jawa; Jawa
21. Hikayat al-ad-Din A.F. von  de Wall 1898 Betawi G.Kolff & co. Jawi; Melayu
22. Hikayat Amin 1871 Batavia Landsdrukkerij Jawi; Melayu
23. Hikayat Bachtijar A.F. von  de Wall 1880 Betawi G.Kolff & co. Jawi; Melayu
24. Hikayat Binatang 1846 Singapura Jawi; Melayu
25. Hikayat Cinta Kasih Sayang Dja Endar Moeda 1895 Padang Otto Baumer Jawi; Melayu
26. Hikayat Filias Fog J. Verne 1889 Semawis A. Bisschop Jawi; Melayu
27. Hikayat Gulam 1860 Betawi Jawi; Melayu
28. Hikayat Indra Bangsawan 1881 Batavia Landsdrukkerij Jawi; Melayu
29. Hikayat Lima Temanggung J. Micola 1898 Batavia Landsdrukkerij Jawi; Melayu
30. Hikayat Panca Tandaran Abdullah bin Abdul Kadir 1835 Melaka Jawi; Melayu
31. Hikayat Sinbad A.F. von  de Wall 1898 Betawi Percetakan Governement
32. Hikayat Syaikh Salih yang lagi bernama Abdul Masih 1882 Banjarmasin
33. Iki dongeng isi wuwulang becik C.F. Winter 1895 Batawi Pangecapan Kangjeng Gupremen
34. Iki tutuge dongeng isi wuwulang becik C.F. Winter 1898 Batawi Pangecapan Kangjeng Gupremen
35. Isi Pepetikan Piwulang Prayogi Martawinata 1863 Samawis van Dorp
36. Iyanae amulana  kita tore suröna nabi musa 1866 Makassar K. Sutherland
37. Johar Manik 1886 Samarang
38. Kandana burun alas Raden Panji Jayasubrata 1881 Batawi Ogilvie en Co.
39. Kapitan Mariyon 1872 Batavia Landsdrukkerij
40. Kisah Pelayaran Nakhoda Bunteku A.F. von  de Wall 1898 Betawi Percetakan Governement
41. Kitab Nikah: Anyariyosaken prakawis salaki rabi Ihsanuddin Binaluwi 1921 Surakarta Budi Utomo
42. Kitab Nikah: Anyariyosaken prakawis salaki rabi Ihsanuddin Binaluwi 1921 Soerakarta Budi Utomo
43. Kitab punika pethikan …ing masalah usuluddin sarta Ahya Ulumuddin 1897 Surakarta Albert Rusche
44. Kitab punika pethikan…ing masalah usuluddin sarta ahya ulumuddin Muhammad ibn al-Ghazali 1897 Surakarta Albert Rusche
45. Kitab Tamrin as-Sibyam Abdullah al-Mafsum bin Kyahi Abu Mu’ayam 1889 Betawi Albrecht en Rusche
46. Kitab um ul-brahin utawi tasawuf: saha kitab sanesipun kapendet maknanipun basa Jawi: saha kapendet mangertosipun pisan Raden Panji Jayasubrata 1884 Samarang G.C.T. van Dorp en Co.
47. Kitiran Moncowarni 1899 Surakarta Albert Rusche & Co.
48. Lampahan Kresna Gugah L.Th. Maijer 1887 Samawis A. Bisschop Jawa; Jawa
49. Lampahan Pandhu en Radhen Pandji 1869 ‘s Gravenhage Martinus Nijhoff Jawa; Jawa
50. Layang  Damar Wulan Tanpa Tembang: Anyaritake Panjenengane Prabu Kenya  Putrane  Prabu Brawijaya Kang kapisan  ing Majapahit. Jawa; Jawa
51. Layang Carakan Padmasusastra 1897 Surakarta Albert Rusche Jawa; Jawa
52. Layang Carita Utama C.F. Winter 1885 Batawi Ogilvie en co. Jawa; Jawa
53. Layang Dongenging Sato Khewan C.F. Winter 1882 Batawi Kantor Pangecapan Gupremen Jawa; Jawa
54. Layang Dongenging Sato Khewan Sapanunggalane C.F. Winter 1875 Batawi Kantor Pangecapan Gupremen Jawa; Jawa
55. Layang Dongenging Walonda lan Tembung Enggris C.F. Winter 1864 Batawi Gedong Pangecapane kangjeng Gupremen Jawa; Jawa
56. Layang Etung: Bab Pangetunge Cacah Kang Kapartelakake bangsane apa dene ukuran takeran  lan timbangan kang kanggo ing Tanah Jawa tuwin Nederland 1864 Batawi Gedong Pangecapan Gupremen Jawa; Jawa
57. Layang Pepelinge…Bab Pangolahing kapas ing pulo-pulo gagolongane tanah ing Indya Wetan. Tisman 1859 Betawi Langesakancanipun Jawa; Jawa
58. Layang Wacan Mas Ngabehi Kramaprawira 1882 Batawi Kantor Pangecapan Kagunganipun Kangjeng Gupremen Jawa; Jawa
59. Layang Wangsalan Raden Atmasupana 1897 Surakarta Albert Rusche en co. Jawa; Jawa
60. Layang Wiyata Arja Gondawerdaya. 1882 Batawi Ogelfi en Co. Jawa; Jawa
61. Mitraning Among Tani 1892 Batavia Pangecapan Kagunganipun Kangjeng Gupremen Jawa; Jawa
62. Oncen-Oncen: Serat Waosan Poencen C. 1893 Batawi Kantor Pangecapanipun Kangjeng Gupremen Jawa; Jawa
63. Pakem Tarugana Prawirasudira 1897 Batawi Kantor Pangecapanipun Kangjeng Gupremen Jawa; Jawa
64. Pakem Tarugana Mas Ngabehi Prawira Sudira 1897 Batawi Pangecapanipun Kangjeng Gupremen Jawa; Jawa
65. Pamulasarane Wong kang Kabalabak ing Banyu 1866 Betawi Gedong Pangecapan Gupremen Jawa; Jawa
66. Pangeran Wataking Para Mardikeng Cipta 1898 Ngayogyakarta H. Buning Jawa; Jawa
67. Panji Wulung Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara 1879 Batawi Jawa; Jawa
68. Papethikan saking Serat Jawi: Tanpa Sekar J. Kats 1908 Weltevreden Visscher en Co. Jawa; Jawa
69. Pepetikan saking Serat Barayuda C.F. Winter 1845 Amsterdam J. Muller Jawa; Jawa
70. Pepetikan saking Serat Bratayuda C.F. Winter 1845 Amsterdam J. Muller Jawa; Jawa
71. Pethikan Ilmu Bumi: Saha Katranganipun Kapulowan India Wetan; Mawi Sekar Macapat 1871 Batawi Kantor Pangecapan Kangjeng Guprenemen Jawa; Jawa
72. Petikan Cariyos Sewu/Lalampahanipun Alidin Abdulsamad Alidin Abdulsamad 1892 Surakarta Vogel van der Heijde & Co Jawa; Jawa
73. Petikan Cariyos Sewu: Lalampahanipun Alidin Abdul Samad Mas Ngabehi Tirtapraja 1892 Surakarta Vogel van der Heijde & co. Jawa; Jawa
74. Pituduh Bab Pangolah lan pananduring sokelat prelu linakonan ing tanah jawaprayoga dadiya tatanduraning among tani W.H. de. Vries 1860 Betawi Langesakancanipun Jawa; Jawa
75. Punika Kagungan Dalem Serat Buk Pusaka Dalem Pasindhen Hamengku Buwana VI 1893 Samarang G.C.T. van Dorp en co. Jawa; Jawa
76. Ratu Adil: Panetep Panatagami 1889 Ngayogyakarta H. Buning Jawa; Jawa
77. Seh Ngabdurrahman kaliyan Ngabdurakhim 1877 Batawi Jawa; Jawa
78. Serat Anyariyosaken sangsaranipun pulo Jawi sisih kilen tuwin ing telok Betung: awit saking urubipun redi Krakatau kala ing tahun Walandi 1883 C.F. Winter 1884 Soerakarta Vogel van der Heijde en co. Jawa; Jawa
79. Serat Arjuna Sasrabahu jarwa sekar macapat Sindusastra 1883-1886 Semawis G.C.T van Dorp en co. Jawa; Jawa
80. Serat Asmara Sufi: Wiji saking  Cariyos Arab 1897 Surakarta Vogel van der Heijde Jawa; Jawa
81. Serat Asmarasupi 1899 Surakarta Jawa; Jawa
82. Serat Bab gegelengan elmi alam Mas Ngabehi Tirtapraja 1891 Surakarta J.A. Sekola Jawa; Jawa
83. Serat Babad awit  Pajajaran dumugi Demak 1870 Surakarta P.F. Purneman Jawa; Jawa
84. Serat Babad Bedahipung ing Mangir: Anyariyosaken jukya iwan baya 1872 Samarang G.C.T. van Dorp en co. Jawa; Jawa
85. Serat Babad Tanah Jawi 1874 ‘s Gravenhage Martinus Nijhof Jawa; Jawa
86. Serat Bantah Kakalih. Mas Ngabehi Kramaprawira 1872 Samarang G.C.T. van Dorp en Co. Jawa; Jawa
87. Serat Baron Sakender A.B. Cohen Stuart 1850 Batawiyah Lange sakancanipun Jawa; Jawa
88. Serat Basa Malayu bungah rampi  inggih punika cariyos awarni-warni Y. Habbemah 1890 Soerabaia Jawa; Jawa
89. Serat Basiran Basirun Raden Panji Surya Wijaya 1880 Batawi Pangecapanipun Kangjeng Gupremen Jawa; Jawa
90. Serat Brata Sunu: Kawewahi Pepetikan Piwulang Sahe 1898 Samarang: G.C.T. van Dorp en co. Jawa; Jawa
91. Serat Burat Wangi: Kalempaking Serat-Serat Karanganipun Para Agung sarta Para Sinatriya. Padmasusastra 1899 Surakarta Albert Rusche Jawa; Jawa
92. Serat Cariyos Lalampahanipun Prabu Umayon Mas Ngabehi Kramaprawira 1879 Batawi Ogilvie en co. Jawa; Jawa
93. Serat Cariyos Lalampahanipun Sang Retna Suyati: Ngantos jumenengipun prameswari ing praja Yunani F.L. Winter 1891 Surakarta Y.A. Sekol Jawa; Jawa
94. Serat Cariyos Winastan Lampahan Kitiran Mancawarni: Petikan Saking Pakem Ringgit Madya Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya  Mangkunagara IV 1899 Soerakarta Albert Rusche & co. Jawa; Jawa
95. Serat Dana Asmara Sasradiwirya 1887 Ngayugyakarta H. Buning Jawa; Jawa
96. Serat Darmakonda Tumenggung  Danuadiningrat 1887 Semarang G.C.T. van Dorp en Co Jawa; Jawa
97. Serat Darmawirayat Paku Alam III 1882 Batavia Jawa; Jawa
98. Serat Dongeng Anyariyosaken Lalampahanipun Kancil F.L. Winter 1882 Surabaya Gimbrech en co. Jawa; Jawa
99. Serat Gathuloco: Anyariyosaken Bab  Elmu Bantahan Klayan Dewi Perjiwati 1889 Surapringga Gimberg en co. Jawa; Jawa
100. Serat Aji Pamasa Ranggawarsita 1896 Surakarta Albrecht tuwin Rusche Jawa; Jawa
101. Serat aji pamasa tuturutaning pustaka raja puwara panunggilanipun bab satunggal kawengkus leting serat maha parma Raden Ngabehi Ranggawarsita 1896 Surakarta: Albrecht tuwin Rusche Jawa; Jawa
102. Serat Isi Tembung Kawi-Jawi Tegesipun C.F. Winter 1880 Batawi Kantor Citak Gupremen Jawa; Jawa
103. Serat Jarwa: Anyariyosaken Lampah-Lampahipun tiyang ingkang bade kesah kaji dateng nagari Makah 1899 Ngayugyakarta H. Baning Jawa; Jawa
104. Serat Jiljalaha Aboe R. 1895 Samarang G.C.T. van Dorp & Co. Jawa; Jawa
105. Serat Johar Manik: Carita saking Ngarab ing mangke kasalinan ing tembung jawi Raden Panji Jayasubrata 1886 Samawis J.C.T. van Dorp en Co. Jawa; Jawa
106. Serat Kancil: Awit Kancil Kahaliraken ngantos dumugi pejahipun wonten ing nagari Mesir 1871 Samawis F.S.T.  van Dorp en co. Jawa; Jawa
107. Serat Kitab Puntir Palakiya: Tatilaranipun  para uliya ing jaman kina 1888 Ngayugyakarta H. Buning Jawa; Jawa
108. Serat Lampahan Cekel Endralaya mawi Sekar Macapat Raden Mas Ismangun Danuwinata 1891 Probolinggo Jawa; Jawa
109. Serat Lampahan Ringgit Purwa ingkang Winastan Danumaya anggitan Karaton Dang Nama ing Surakarta Raden  Atmadikara 1871 Surakarta P. F. Purneman Jawa; Jawa
110. Serat Lokapala 1899 Semawis Jawa; Jawa
111. Serat Manuara Mangkunagara IV 1893 Surakarta Vogel van der Heijde Jawa; Jawa
112. Serat Manuara ning Pasanggrahan Dalem ing Langen Arya Pakuningrat 1884 Surakarta Vogel van der Heijde & co. Jawa; Jawa
113. Serat Manuara; Serat Babad Warna-Warni, Serat Panembrama; Serat Sekar-sekaran Mangkunagara IV 1898 Surakarta Albert Rusche & co. Jawa; Jawa
114. Serat Menak Purwakondha. 1871 Semawis G.C.T. van Dorp en co. Jawa; Jawa
115. Serat Menak: mawi kasekaraken 1897 Semawis G.C.T. van Dorp en co. Jawa; Jawa
116. Serat mitraning among Tani. K.F. Holle 1876 Batawi Pangecapan Kangjeng Gupremen Jawa; Jawa
117. Serat Muhammad: Jarwa Sekar Macapat 1891 Semarang G.C.T. van Dorp en Co. Jawa; Jawa
118. Serat Nalawasa Nalasatya Raden Panji Suryawijaya 1880 Batawi Ogilvie en co. Jawa; Jawa
119. Serat Pakem Mondra Swara: Lampahan Prabu Menak Jingga Lena 1896 Surakarta Albrecht tuwin Rusche Jawa; Jawa
120. Serat pakurmatan dalem kangjeng gusthi pangeran adipati anom Amengkunagara V Sudibya Rajaputra  Narendra Mataram Ngabehi Wira Pustaka 1899 Soerakarta Albert Rusche Jawa; Jawa
121. Serat Palakrama 1899 Ngayugyakarta H. Buning Jawa; Jawa
122. Serat Pananggalan F.L. Winter 1895 Surakarta Albrecht tuwin Rusche Jawa; Jawa
123. Serat Pancadriya: Kerarangan saking kitab pinangkane. 1884 Samarang G.C.T. van Dorp en co. Jawa; Jawa
124. Serat Panji Jayeng Tilam Ranggawarsita 1865 Betawi Lange sakancanipun Jawa; Jawa
125. Serat Papacak: saking kangjeng guprenemen kangge ing para wadana distrik ing tanah jawi kalayan ing madura 1884 Samarang G.C.T. van Dorp en co. Jawa; Jawa
126. Serat Papali: Ingkang minulya anurunaken para ratu ing tanah Jawi Kiyahi Ageng ing Sesela. 1893 Surakarta Vogel van der Heijde en Co. Jawa; Jawa
127. Serat Paramayoga. Ranggawarsita 1884 Surakarta Jawa; Jawa
128. Serat Parta Krama: Manut babonipun lami wedalan ing Surakarta: Anyariyosaken kramanipun Raden Janaka dhaup kaliyan Wara Sumbadra Mas Kartasubrata 1890 Semarang G.C.T. van Dorp en Co. Jawa; Jawa
129. Serat Pawukon Kategakan saking Karaton Surakarta 1890 Samarang G.C.T van Dorp en co. Jawa; Jawa
130. Serat Piwulang Darmakonda Mas Surajaya 1898 Ngayogyakarta H. Buning Jawa; Jawa
131. Serat Pragiwa Sasradiwirya 1887 Ngayugyakarta H. Buning Jawa; Jawa
132. Serat Prana Citra: Manut babonipun lami C.F. Winter 1888 Samarang G.C.T van Dorp en co. Jawa; Jawa
133. Serat Pranatan Kramanipun putra dalem sakawan 1891 Surabaya Ye A Sekol Jawa; Jawa
134. Serat Pranatan Kramanipun sadherek dalem nenem ing tahun dal 1823 utawi tahun  1894 1894 Surakarta Vogel van der Heijde en co. Jawa; Jawa
135. Serat Pratela Bab Nanem Tuwin Ngrimati Pakopen Gubremen: Mawi Gambaran Leting 1879 Samarang G.C.T. van Dorp en.co. Jawa; Jawa
136. Serat Primbon: Masalah Anyariyosaken Bab Ngalamatipun Tiyang Supen Raden Panji Astra Negara 1887 Semarang G.C.T. van Dorp en co. Jawa; Jawa
137. Serat Purwa Lampahan Kumala Sekti 1895 Surakarta Albert tuwin Rusche Jawa; Jawa
138. Serat Rama 1884 Samarang G.C.T van Dorp en co. Jawa; Jawa
139. Serat Sabda Rahayu Ardiwinata 1911 Semarang H.A. Benyamin Jawa; Jawa
140. Serat Srigandana Raden Panji Surya Wijaya 1883 Batawi Kantor Pangecapanipun Kangjeng Gupremen Jawa; Jawa
141. Serat Srimataya Amengkunagara V 1898 Surakarta Albert Rusche & co. Jawa; Jawa
142. Serat Sultan Ibrahim C.F. Winter 1882 Batawi Kantor Pangecapanipun Kangjeng Gupremen Jawa; Jawa
143. Serat Tajus-Salatin: Anyariyosaken Lalampahanipun para ratu ingkang nistha dadya utama: Tuwin Lalampahanipun  para Pandita Imam Bukhari 1885 Samarang G.C.T. van Dorp & Co Jawa; Jawa
144. Serat Tapel Adam Kidung Macapat Mas Kramadiwirya Betawi Jawa; Jawa
145. Serat Tata Bahasa: Anggenahaken unggah-ungguhing tembung jawi: ing bab ngoko,  madya, krama, krama inggil tuwin krama dusun P.Ant. Jansa. 1898 Samarang van Dorp & Co. Jawa; Jawa
146. Serat Terusan Wedalipun Ringgit Mondra Wenara: Lampahan Rama gandrung dumugi Senggana Dinuta. 1898 Ngayugyakarta H. Buning Jawa; Jawa
147. Serat Wangsalan Pasindhen badhaya: tuwin srimpi ing Surakarta 1880 Samarang A. Bisschop Jawa; Jawa
148. Serat Waosan: Petikan saking Angger nagari bab kuawajibanipun para Lurah dusun 1866 Samawis Pangecapanipun tuwan G.C.T. van Dorp Jawa; Jawa
149. Serat Wawaton tata krami tembung kadaton ingkang  kangge para abdi dalem ageng ngalit ing karaton Surakarta adiningrat F.L. Winter 1892 Surakarta J.A. Schol Jawa; Jawa
150. Serat Wedaraga Ranggawarsita 1886 Surakarta Vogel van der Heijde en co. Jawa; Jawa
151. Serat Wedatama Mangkunagara IV 1885 Surakarta Vogel van der Heijde en co. Jawa; Jawa
152. Serat Wedda Madya Pakubawana X 1898 Surakarta Albert Rusche & co. Jawa; Jawa
153. Serat Wira Iswara Pakubawana IX 1898 Surakarta Albert Rusche & co. Jawa; Jawa
154. Serat Wirasatipun tiyang estri 1893 Surakarta P.F. Voerneman Jawa; Jawa
155. Serat Wulang Reh Paku Buwana IV 1893 Ngajogjakarta H Buning Jawa; Jawa
156. Serat Wulang Reh Sekar Macapat Paku Buwana IV 1858 Batawiyah Lange Sakancanipun Jawa; Jawa
157. Sinuhun Kangjeng Sultan ringgit tiyang Lelampahan Bragola Murti Bragola Murti 1880 Ngayogyakarta H. Buning Jawa; Jawa
158. Srigandana Raden Panji Surio Wijoyo 1883 Batavia Landsdrukkerij Jawa; Jawa
159. Syair atau Panton akan Jodoh Perak dari Bangsawan Ambon Tjiat, Abdul Kasim 1890 Amboina Thorig Jawi; Melayu
160. Syair Juragan Budiman alias Johor Manikan dengan  Sultan Yahya Buli-Buli 1898 Batavia Albrecht & Co. Jawi; Melayu
161. Syair Negeri Lampung Karam 1883 Singapura Jawi; Melayu
162. Tajusalatin 1885 Samarang G.C.T. van Dorp & Co. Jawi; Melayu
163. Ukara sarta Tembung Raden Mas Tumenggung Arya Suryalondranagara 1865 Betawi Gedong Pangecapan Gupremen Jawa; Jawa
164. Wakepan Paplayahan anak mabudi  uning ring sastra Nga I Ranta 1874 Betawi Kantor Pangecapan Gupremen Pegon; Madura (?)
165. Wawacan Cariyos Si Miskin Raden Danukusuma 1863 Cacarakan; Sunda
166. Wawacan Petikan Bidayatussalik Raden Demang Bratawijaya 1864 Batavia Landsdrukkerij Cacarakan; Sunda
167. Wawacan Raja Darma Raden Danukusuma 1862 Batavia Landsdrukkerij Cacarakan; Sunda
168. Wawacan Raja Sudibya R.H. Muhammad Musa 1862 Batavia Landsdrukkerij Cacarakan; Sunda
169. Wawacan Wulang Putra Raden Adi  Wijaya 1862 Batavia Landsdrukkerij Cacarakan; Sunda
170. Wulang Murid 1872 Betawi Kantor Pangecapan Gupremen Jawa; Jawa

Bahasa, Aksara, dan Genre Naskah-Naskah Indonesia di Rusia

Berdasarkan data naskah yang diperoleh di tiga tempat penyimpanan naskah tersebut tampak bahwa mayoritas naskah-naskah Indonesia yang berada di Rusia didominasi oleh naskah-naskah Jawa dan Melayu, diikuti oleh naskah Sunda, Bugis, dan Madura.

Secara keseluruhan naskah berbahasa Jawa jumlahnya paling banyak di antara naskah-naskah berbahasa lainnya, yaitu 144 naskah, dengan rincian berbentuk litograf sebanyak 142 naskah, sedangkan yang berbentuk tulisan tangan berjumah 2 naskah. Naskah berbahasa Melayu menempati urutan kedua terbanyak, yaitu 33 naskah, terdiri atas: 14 naskah berupa tulisan tangan, sedangkan 19 naskah dalam bentuk litograf. Naskah berbahasa Sunda hanya ditemukan dalam bentuk litograf sebanyak 5 naskah. Naskah berbahasa Batak menempati urutan berikutnya, yaitu berjumlah 2 naskah tulisan tangan. Sementara itu, naskah berbahasa Madura 3 naskah dan berbahasa Bugis  1 naskah.

Tabel Jumlah Naskah Indonesia di Rusia

Berdasarkan Bahasa

No. Bahasa Naskah Tulisan Tangan Naskah Litograf Jumlah
1. Jawa 2 142 144
2. Melayu 14 19 33
3. Sunda 5 5
4. Batak 2 2
5. Madura 3 3
6. Bugis 1

Jumlah naskah yang menggunakan aksara Jawa—atau aksara hanacaraka–paling dominan di antara  naskah-naskah yang menggunakan aksara lainnya, yaitu 146 naskah, dengan rincian berbentuk litograf sebanyak 144 naskah, sedangkan yang berbentuk tulisan tangan berjumah 2 naskah. Naskah beraksara Jawi menempati urutan berikutnya, yaitu digunakan dalam 33 naskah yang terdiri atas: 14 naskah berupa tulisan tangan, sedangkan 19 naskah dalam bentuk litograf. Naskah beraksara Sunda berjumlah 5 buah, digunakan dalam naskah litograf, naskah beraksara Batak berjumlah 2 buah, digunakan dalam naskah tulisan tangan, sedangkan naskah beraksara pegon dan Bugis  masing-masing digunakan dalam 1 naskah.

Tabel Jumlah Naskah Indonesia di Rusia

Berdasarkan Aksara

No. Aksara Naskah Tulisan Tangan Naskah Litograf Jumlah
1. Jawa (hanacaraka) 2 144 146
2. Jawi 14 19 33
3. Cacarakan 5 5
4. Batak 2 2
5. Pegon 1 1
6. Bugis 1 1

Naskah-naskah Indonesia di Rusia yang berhasil diidentifikasi sebagian besar berupa karya sastra, baik berupa prosa (hikayat, carita, dongeng) maupun puisi (syair, wawacan). Selain karya sastra ditemukan juga beberapa naskah yang berisi teks tentang keagamaan (Islam), hukum (undang-undang), pertanian, sejarah, folklore dan magi (Batak).

Simpulan dan Saran

Berdasarkan pendataan awal yang telah dilakukan dapat diketahui beberapa informasi awal mengenai keberadaan naskah-naskah Indonesia di Rusia.

Pertama, naskah-naskah Indonesia di Rusia ada yang berupa naskah tulisan tangan dan ada juga yang berbentuk litograf.

Kedua, dalam hal jumlah, naskah berbahasa Jawa merupakan naskah terbanyak yang disimpan di koleksi penyimpanan naskah di Rusia, diikuti oleh naskah berbahasa Melayu, Sunda, Batak, Madura, dan Bugis. Namun demikian, naskah berbahasa Melayu yang digunakan dalam naskah tulisan tangan jumlahnya lebih banyak dibandingkan naskah berbahasa Jawa; naskah berbahasa Melayu: 15 buah, sedangkan berbahasa Jawa: 2 buah.

Ketiga, dari penggunaan aksara dalam  naskah, aksara Jawa merupakan aksara yang paling banyak ditemukan penggunaannya dalam naskah-naskah Indonesia di Rusia, diikuti aksara Jawi, Sunda, Batak, Pegon, dan Bugis.

Keempat, mayoritas naskah-naskah Indonesia berisi teks-teks karya sastra, baik prosa (hikayat, cerita, dongeng) maupun puisi (syair,wawacan). Selain itu, ada juga beberapa naskah yang mengandung teks-teks keagamaan, hukum (undang-undang), folklore dan magi.

Perlu dikemukakan bahwa penelitian ini masih merupakan tahap awal, yaitu baru berupa pendokumentasian dan pendataan jumlah naskah di beberapa koleksi penyimpanan naskah. Masih ada beberapa koleksi penyimpanan naskah di Rusia yang belum berhasil dikunjungi karena keterbatasan waktu dan akses untuk meneliti di tempat tersebut.

Oleh sebab itu, penelitian naskah-naskah Indonesia di Rusia perlu dilanjutkan pada tahap berikutnya dengan memfokuskan, setidaknya, pada dua hal: (1) mendokumentasikan dan mendata naskah-naskah Indonesia di tempat-tempat penyimpanan naskah yang belum dikunjungi pada penelitian ini; dan (2) mendokumentasikan seluruh halaman naskah sehingga teks yang terkandung di dalam naskah-naskah tersebut dapat dipahami secara lebih cermat.

References

Braginsky, V.I.  dan M.A. Boldyreva. “Les Manuscrits Malais de Leningrad” dalam Archipel 40, 1990.

Braginsky, V.I.  The System of Classical Malay Literature. Leiden: KITLV Press, 1993.

——————–. Tasawuf dan Sastra Melayu: Kajian dan Teks-Teks. Jakarta: RUL, 1993.

——————–. Yang Indah, Berfaedah dan Kamal: Sejarah Sastra Mellayu dalam Abad 17—19, Jakarta: INIS, 1998.

Casparis, J.G. de.  Indonesian Palaeography. Leiden: Brill, 1977.

Chambert-Loir, Henri. “Catalogue of Catalogue Malay Manuscripts” dalam Archipel 20, 1980.

——————–. “Malay Literature in The 19th Century The Fadli Connection” makalah dalam “Symposium in the Study of Indonesian Literature: Variation and Transformation Perspective in the Study of Indonesian Literature, Leiden, September 1986.

Molen, Willem van der. Javanese Tekskritiek. Een overzicht en een nieuwe benadering geilustreed aan de Kunjarakarna. Dordrecht, Cinnaminson: Foris, 1983.

——————–. “Catalogue of Catalogue of Javanese Manuscripts” dalam CARAKA ‘The Messenger’ A Newsletter for Javanists, 1984.

Ogloblin, A.K. “Malay Traditional Literature” dalam Archipel 40, 1990.

Ogloblin, A.K.  dan Elena V. Revounenkova. “Manuskrip Nusantara di Saint Petersburg: Tambahan Data” dalam SARI  No.25, 2007.

Pigeaud, G.Th.G. Literature of Java, Vol. I. The Hague: Nijhoff, 1967.

Pudjiastuti, Titik. “Naskah-Naskah Koleksi Merbabu-Merapi: Mata Rantai Sejarah Kesusastraan Jawa” dalam Prosiding Pertemuan Ilmiah Naskah Kuna ‘Merapi-Merbabu’. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2002.

Acknowledgment

This is a joint project between Universitas Indonesia and Institute of Oriental Studies  St. Petersburg, financed by a grant from Direktorat Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia. We would like to thank those who gave their supports, comments, and help in this research:

The Rector of Universitas Indonesia

The Dean of Faculty of Humanities, Universitas Indonesia

Direktorat Pengembangan Akademik, Universitas Indonesia

Prof. Dr. A.K. Ogloblin; Mr. Sergei Kukushkin.

Prof. Dr. Titik Pudjiastui, Prof. Dr. Achadiati Ikram, Hendra Kaprisma, Ahmad Fakhrurodji, Widhyasmaramurti.

 

Leave a Comment