Rudy “Al-Badr” Haryanto

RUDY “ALBDR” HARYANTO

Nama                           : Rudy “Al-Badr” Haryanto

Tempat/tgl lahir           : Jakarta, 12 September 1970

Pendidikan                  : STM Bunda Kandung

Pekerjaan                     : Seniman

Alamat                        : Jl. Raya Kalibata Gg. Porti RT. 009/001 No. 20, Kel. Rawajati, Kec.

Pancoran, Jakarta Selatan

Latar belakang pendidikannya memang teknik. Setelah bekerja dibeberapa perusahaan seperti di King Gogo Denso dan PT. Nasional Gobel, Rudy bahkan sempat   bekerja sebagai di kapal berbendera Honduras yang disewa perusahaan Korea, Chilsung. Tapi setelah 3 tahun melanglang, Rudy yang pernah aktif dalam kegiatan pramuka, karang taruna dan menjadi pengurus Ikatan Remaja Masjid mendapati perubahan yang memprihatinkan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Mushalla sepi dan anak-anak remaja mulai punya kegandrungan baru, nongkrong di mal yang pada awal 90-an mulai bertumbuhan.

Rudy yang beribu wanita Betawi, Hamdah, merasa terusik. Setelah diusut,  ternyata mereka telah kehilangan orang-orang yang bisa menjadi penggerak  untuk kembali  beraktivitas di mushalla atau lingkungan tempat tinggal. Dari situ kemudian ia mencoba berbuat sesuai keinginan mereka, yaitu dengan membelikan seperangkat peralatan marawis dan mencarikan pelatih. Langkah Rudy akhirnya sampai ke Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB).

Atas pengarahan para aktivis kebudayaan di LKB Rudy akhirnya tahu dan semakin sadar bahwa saat ini sangat dibutuhkanorang-orang yang mau ikut melestarikan seni dan budaya (dalam hal ini khususnya Betawi). Dari situ aktivitasnya berkembang, hingga dia memutuskan untuk total mengabdikan diri di lingkup itu. Ia pun mulai mengikuti Diklat Seni Musik Betawi (Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, 1993), Workshop Manajemen Organisasi Kesenian (Departemen Pariwisata, Seni dan Budaya, 1999), Penataran Juri Abang-None Jakarta (Lembaga Kebudayaan Betawi, 2000), Sarasehan Folklore Betawi (Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta, 2008), dan beberapa pelatihan lain.

Rudy pun kemudian ikut sebagai Anggota Pendiri Badan Pemberdayaan Budaya Betawi, dan kini ia dipercaya sebagai Koordinator Divisi Pelestarian Budaya LKB. Sementara pengalaman berkesenian yang pernah dia jalani antara lain mengikuti Pertukaran Budaya Nusantara (Malang, Jawa Timur, 1996), mengisi acara Coffe Morning di Istana Negara (Jakarta, 1997), Mengisi acara Pekan Kebudayaan Betawi (1998, 1999, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006), pentas di Perkampungan Budaya Betawi Setu babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan (1997, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007), mengisi acara Musayawarah Masyarakat Melayu Baru Indonesia – MABIN (Medan, Sumatera Utara, 2005) menulis skenario Festival Maulud Nusantara 1,2,3,4,5,6 (Jakarta, Bangka, Palu, Mataram) dan banyak lagi.

Di samping itu Rudy yang pernah menjuarai Penulisan Cerita Rakyat Tingkat Nasional (Pusat Bahasa, Depdiknas, 2004) ini juga banyak terlibat dalam penelitian. Antara lain penelitian tentang Peran Pemuda dan Remaja Masjid dalam Menciptakan Suasana Kondusif di Ibukota Jakarta (Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, 1998), Menimbang Jatidiri Remaja dan Pemuda Jakarta Menghadapi Hempasan Budaya Global (Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi DKI Jakarta, 1999), dan masuk dalam tim peneliti kebudayaan Betawi di Universitas Indonesia sejak 2011. (CICI/YAS).

Leave a Comment