PROFIL BATIK GANDARIA

Nama               : Batik Betawi Gandaria

Didirikan        : 04 Oktober 2012

Pengelola       : Nur Yaum Rachmat, (HP) : 0816727430.

Alamat            : Jl. Bahari Raya No. 5, RT. 012/07, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta 12420.

Fokus Usaha : Pembatikan, penjualan, dan pelatihan membatik.

Website           : www.kampungbetawi.com; Facebook : Batik Betawi Gandaria

Latar Belakang

Tradisi batik dan pembatikan di Jakarta yang dikerjakan dan dimiliki oleh masyarakat Betawi, dikenal dan berkembang bersamaan dengan daerah-daerah pembatikan lain kira-kira akhir abad ke-XIX. Sentra atau kempung-kampung pembatikan yang dikenal di Jakarta tersebar di kampung Tanah Abang, Karet, Bendungan Ilir, Bendungan Udik, Kebayoran Lama, Palmerah, Mampang Prapatan, Tebet, Gandaria, Cilandak, dan lain-lain.

Jakarta sejak zaman sebelum Perang Dunia I (PD I) telah menjadi pusat perdagangan antar daerah Indonesia. Setelah PD I selesai, berbarengan dengan proses pembatikan cap mulai dikenal, produksi batik meningkat dan pedagang-pedagang batik mencari daerah pemasaran baru. Daerah pasaran untuk tekstil dan batik di Jakarta yang terkenal ialah Tanah Abang, Jatinegara dan Jakarta Kota, yang terbesar ialah Pasar Tanah Abang sejak dari dahulu sampai sekarang. Batik-batik produksi Solo, Yogya, Banyumas, Ponorogo, Tulungagung, Pekalongan, Tasikmalaya, Ciamis dan Cirebon serta lain-lain daerah, bertemu di Pasar Tanah Abang dan dari sini melanglang buana ke luar Jawa.

Setelah cukup lama vakum dari kegiatan batik-membatik, kini masyarakat Betawi menghidupkan kembali tradisi membatik. Salah satunya dilakukan oleh masyarakat Betawi Kampung Gandaria, tepatnya Kelurahan Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Para penggiatnya bersepakat menamakan usaha batik dengan nama Batik Betawi Gandaria.

Batik Betawi Gandaria berdiri sejak tahun 2012. Penggagas utamanya yaitu Hj. Umi Sumiyati, adalah seorang perempuan Betawi yang telah lebih dari tiga dekade mengulik sisik-melik tradisi batik baik di Semarang maupun Jakarta. Kepiawaiaan Hj. Umi Sumiyati membatik ditularkan kepada masyarakat Betawi di berbagai kampung. Beliau membimbing masyarakat Betawi menemukan kembali tradisi batik yang telah lama dilupakan itu. Para pendiri Batik Betawi Gandaria antara lain : Hj. Umi Sumiyati, Yahya Andi Saputra, Rudy Haryanto, dan Nur Yaum Rachmat. Nur Yaum Rachmat memperoleh kepandaian mebatik dari Hj. Umi Sumiyati.

Berbekal pengetahuan membatik, Nur Yaum mencoba membuat batik tulis dan cetak sendiri dalam jumlah terbatas. Dalam upaya menambah kuantitas produksi, Nur Yaum membina dan melibatkan masyarakat sekitar untuk terjun dalam kegiatan membatik. Produk yang dihasilkan berupa batik tulis dan batik cap. Produk lain mengikuti permintaan konsumen, seperti kemeja, blouse, cukin/slayer, taplak meja, tas jinjing, sepatu, sandal, dan sebagainya.

Visi

Memperkenalkan Batik Betawi Gandaria kepada seluruh masyarakat Jakarta, Nusantara, dan dunia.

Misi

  • Melestarikan seni batik tradisional Betawi yang mulai menghilang akibat gempuran industri tekstil dan garmen modern.
  • Berusaha meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Kampung Gandaria Selatan dan sekitarnya.
  • Memproduksi Batik Betawi Gandaria ramah lingkungan berkualitas prima.

 

Proses Produksi

Batik Betawi Gandaria melakukan proses produksi sebagaian besar menggunakan tenaga kerja manusia dan alat-alat sederhana. Proses ini bersifat kontinu, yaitu proses produksi secara berurutan melalui beberapa proses pengerjaan sampai menjadi barang jadi. Materi yang digunakan terdiri atas bahan baku (kain, malam, pewarna), dan bahan pendukung (alat untuk membatik seperti canting, kompor, dan sebagainya).

Batik Betawi Gandaria masih terus memperkaya motif. Motif yang saat ini menjadi unggulan adalah motif Buah Mandaria, Kebang Pukul Empat, Kumis Kucing, Ciplukan, Musik Betawi, Kuliner Betawi.

Batik Betawi Gandaria bergabung dengan komunitas pengrajin batik Betawi, Keluarga batik Betawi (KBB). KBB mendirikan Workshop dan Gallery di Jl. PLTGU Muara Tawar RT. 002/03, Segara Jaya, Tarumajaya, Bekasi.

Batik Betawi Gandaria mengalami kendala utama, yaitu permodalan. Batik Betawi Gandaria memang masih berskala usaha kecil dan home industry. Itu sebabnya sering belum dapat memenuhi pesanan konsumen dalam skala besar. Kiranya ada perusahaan BUMN maupun BUMD yang dapat menjadi ‘bapak asuh’.

 

Leave a Comment